Wednesday, November 28, 2012

Ini Semua Untukmu



Sahabatku,

Mungkin ini adalah surat terakhir yang kutulis dengan tanganku sendiri. Kita akan segera bertemu kembali. Namun saat ini waktuku tinggal sedikit. Aku harus pulang sebentar lagi. Jadi surat ini sangat penting. Surat ini kutulis khusus untukmu. Iya surat ini untukmu. 

Wednesday, November 21, 2012

The Forgiven Unforgiven (Indo version)



Namaku tidaklah penting. Sejarah tidak mencatatnya. Arkeolog tidak dapat menemukan apapun tentang aku. Atau mungkin mereka tidak berniat mencarinya. Aku sama tidak pentingnya seperti namaku. Tapi aku mau menceritakan sebuah kisah. Sebuah cerita tentang hidupku. Sebuah kisah dari sudut pandangku. Sebuah cerita dari tangan pertama. Sebuah kisah yang aku percaya sangat penting untuk kamu ketahui. Sebuah cerita untukhati yang patah. Sebuah kisah untuk kaum terbuang. Sebuah cerita untuk yang kesepian. Sebuah kisah tentang setiap kita. Sebuah cerita yang dapat mengubah hidupmu.

Kue Adonan Cinta ;b


20 November 2012. Hotel Naval-Bandung. Dengan kelopak mata yang masih menolak untuk dibuka sepenuhnya gw melirik jam di layar Black berry Gemini tiga per empat butut gw (penutup batere nya kudu ditempelin pake solatip biar nggak copot. Sah donk gw bilang tiga per empat butut). Waktu menunjukkan pukul 00:06. 

Monday, November 19, 2012

Battle of the Impossible





Anak muda ini gelisah. Pikirannya terus berperang melawan suara kecil hatinya. Sama sekali bukan keputusan yang mudah. Secara logika mustahil terjadi. Tapi ini perintah yang diterimanya. Dia harus menyeleksi ulang pasukannya. 

Saturday, November 17, 2012

Celotehan Ibu Gengges... (Baca: Ganggu-kosa kata salon)




Pagi itu pagi yang indah menurut gw. Sekitar jam 5:50 pagi dengan manisnya gw duduk di bangku dekat jendela barisan ke empat shuttle bus Lippo Cikarang (Iyah rumah gw jauh di ujung dunia). Tempat duduk favorit gw. Nggak terlalu belakang supaya pas turun nggak ribet. Nggak terlalu depan supaya nggak keganggu sama penumpang lain yang naik turun. Dekat dengan jendela supaya bisa kaya video klip metal (baca: mellow total), merenung dengan tatapan nanar menatap kosong diiringi dengan air hujan yang mengalir cantik di permukaan jendela (referensi video klip tahun 80-an). Begitulah kira-kira biasanya gw mengisi pagi hari selagi menunggu bis jalan. Otak melantur kemana-mana sementara mata menatap random nggak tentu arah. Intinya, I’m doing nothing. Thinking of nothing. Just enjoying the peace of morning silence, sebelum akhirnya gw akan menguras setiap neuron otak gw dengan kesibukan dan keruwetan pekerjaan. Anggap saja meditasi kecil di pagi hari.