Monday, March 24, 2014

Sebuah Pelajaran dari Balik Jendela Pesawat.


Salah satu hal yang gw suka dari naik pesawat adalah pemandangan yang bisa gw lihat sejenak setelah take off atau akan landing. Terutama di malam hari. Gw sangat suka melihat city light dari jendela pesawat. Menurut gw, nggak ada café manapun yang view nya sebagus ini. Lewat jendela pesawat kita bisa melihat tatanan sebuah kota dari ketinggian. Cantik banget. Perpaduan lampu lampu bangunan yang statis dan kilau sinar lampu mobil yang melintas seperti taburan bintang di daratan.


Saat kemarin gw melihat pemandangan ini, gw diingatkan sebuah ayat yang gw baca saat renungan pagi beberapa hari yang lalu. "Lihat, Aku telah melukiskan engkau di telapak tangan-Ku" (Yesaya 49:16). Amazing, bagaimana kita yang hanya seorang manusia dilukis di tangan pencipta langit dan bumi. Kalau dipikir-pikir, siapa sih manusia? Seberapa pentingnya sih kita? Seberapa hebatnya manusia? Seberapa mulianya manusia? Semakin gw pikirkan pertanyaan-pertanyaan tadi, semakin tercengang gw dengan kemurahan Tuhan.


Saat gw melihat langit dan awan dari balik jendela pesawat, gw kembali disadarkan betapa kecilnya manusia. Saat gw melihat betapa menakjubkannya ciptaan tangan Tuhan seperti matahari, bulan, dan bintang; gw diingatkan betapa terbatasnya manusia. Di tataran galaksi, manusia bahkan lebih kecil dari debu. Istilahnya, mungkin kalo Tuhan bersin saja lenyaplah hidup kita.


Sekarang bayangkan nama kita ada di tangan Allah. Nama kita terlukis di tangan Maha Kuasa yang meletakan dasar bumi. Ada nama kita terpampang di tangan yang mengumpulkan angin dalam genggaman. Nama kita tertera di tangan yang meletakan bintang-bintang di langit. King James Version bahkan menggunakan kata “Engraved” yang artinya terukir atau terpahat. Nama kita terpahat di tangannya Allah. Karena gw bertattoo, gw membayangkan nama kita diukir di telapak tangan Allah seperti sebuah Tattoo. Tidak akan pernah hilang. Nama kita tidak akan hilang dari genggaman tangan Tuhan!  Amazing isn’t it?


Gw berpikir kalau tangan yang sebesar itu. Tangan sedahsyat itu yang mampu menjaga bumi, galaksi, tata surya yang luar biasa besarnya; masakan hidup gw nggak dapat Tuhan pelihara? Untuk apa gw khawatir akan hidup gw. My life is in God’s mighty hand! Bahkan Dia berjanji nggak akan ada satu helai rambut gw pun yang jatuh ke bumi tanpa sepengetahuanNya. Why should I ever worry about anything in my Life? Betapa bodohnya kita manusia yang katanya ber-Tuhan meragukan penjagaan Tuhan atas hidup kita.

I’m sorry Lord for being such a fool worrying about my life while You have taken care of me in all my way. Thanks Lord for You have engraved my name in Your hand. My life is in Your hand.


No comments:

Post a Comment