Friday, September 28, 2012

Arti 5.000




Sepulang dari ngasih training di BSM, dalam perjalanan pulang gw percaya Tuhan berbicara di hati gw dan meminta untuk memberikan 5.000 rupiah ke satu-satunya pengamen yang akan gw temui dalam perjalanan menuju Leuwi Panjang (percayalah gw bukan Nabi dan sama sekali bukan orang suci). Seingat gw nggak ada uang 5.000 di dompet ataupun di kantong jaket, dan Dia mengingatkan: "Ada di kantong celana sebelah kanan" dan beneran ada. Dasar gw sebodoh Timotius, gw nanya dalam hati darimana gw bisa tau pengamen mana yang akan gw kasih; secara dari BSM ke Leuwi panjang ada sekitar tiga sampai empat lampu merah. Dan dijawab dengan sangat jelas: "Dia adalah satu-satunya pengamen yang akan datang menghampiri".


Dia laki-laki muda yang mungkin berusia sekitar 19 atau 20 tahunan. Pengamen SATU-SATUNYA sepanjang perjalanan melewati beberapa lampu merah yang datang menghampiri taxi gw. Entah ingin menegaskan orang yang dimaksud atau sekedar kebetulan; tidak ada pengemis, tukang lap kaca, dll yang datang menghampiri taxi gw. Pengamen muda ini kurus dengan rambut acak-acakan, sepertinya belum keramas beberapa hari. Sebatang rokok yang sudah hampir habis terselip menggantung di antara jari kelingking dan jari manis tangan kirinya, sementara jari-jari lain membentuk kord di ukulele yang dipetiknya. 

Dia mengangguk kecil memberikan salam sebelum mulai bernyanyi. Gw nggak ingat lagu apa yang dia nyanyikan. Sesudah dia bernyanyi sebentar sebelum lagunya habis, gw turunkan kaca taxi dan menyelipkan satu lembar lima ribuan yang sudah dilipat kecil. Gw nggak akan lupa saat dia membuka genggaman tangan kanannya. Matanya yang bersinar seakan-akan baru memenangkan undian berhadiah. Senyum yang perlahan mengembang menjadi cengiran senang. Ucapan terima kasih yang terdengar penuh kegembiraan yang tertahan. Dan taxi gw pun sudah harus melaju. 

Tulisan ini bukan soal "sedekah" 5.000 perak. Bukan soal gw bisa mendengar suara Tuhan. Sekali lagi gw bukan nabi ataupun orang suci, bahkan gw jarang mendengar suara Tuhan sejelas kemarin itu; dan gw percaya Tuhan berbicara lewat banyak cara, nggak cuma lewat "suara". Bukan soal andy lesmana. Tapi soal belajar memberi. Soal betapa hal yang sepele bagi kita bisa jadi sangat berarti dan luar biasa bagi orang lain. 

Gw bukan orang kaya raya, tapi gw yakin seperti kebanyakan dari kita, kita nggak menganggap 5000 perak angka yang besar. Kita mungkin nggak terlalu pusing kalau 5000 perak hilang dari dompet kita. Tapi yang bagi kita sepele ternyata artinya sangat besar bagi orang lainnya. Gw nggak tahu apa yang lagi dihadapi pengamen berambut acak-acakan itu, tapi dari reaksi dia 5000 perak pasti sangat berarti. Mungkin penghargaan terbesar yang pernah dia dapat. Entahlah. Yang pasti gw belajar sangat banyak sore itu.


No comments:

Post a Comment