Friday, September 28, 2012

Lessons from Evan Almighty



Sekitar beberapa minggu yang lalu,gw kembali menonton "Evan Almighty". Jarang-jarang gw dengan sengaja nonton sebuah film sampai dua kali, but for this movie it's an exception. This is one recommended movie in my list. Di dalam film ini,nggak cuma ada cerita, humor, tapi juga pembelajaran tentang hidup. Movie with great morale insight is my version of a good movie.

Di kali kedua gw menonton film ini, gw mwnjadi lebih jeli. Gw nggak cuma get the story, tapi juga pay carefull attention on the details. Gw mendapatkan beberapa dialog ato quotes yang "nonjok" banget yang mau gw share. Kalimat-kalimat yang ngebuat gw berpikir. Rangkaian kata-kata yang mampu membuat gw mem-pause dvd,mengambil catatan dan menuliskannya. And here they are.


"What ever I do,it's all because I love you." Ini adalah kalimat yang diucapkan Tuhan kepada Noah di awal pertama perjumpaan mereka. Gw bukan Nabi. Gw bukan rasul. Gw bukan orang suci yang selalu tau isi kepala Tuhan. Pernah beberapa kali He spoke to me, tapi nggak selalu sejelas itu. Kadang Dia diam seribu bahasa. Gw termasuk orang yang sampai saat ini kadang nggak ngerti dengan apa yang sedang Tuhan lakukan dalam hidup gw. Dan gw lumayan yakin gw nggak sendiri dalam hal ini. Kadang-kadang sangat banyak pertanyaan berkelebat di dalam otak gw saat terjadi suatu hal dalam hidup gw, biasanya hal yang masuk dalam kategori: kurang menyenangkan (kalo hal yang menyenangkan gw jarang nanya,yah nerimo ajah ;b). Kalimat itu ngingetin gw kalo sangat manusiawi mempertanyakan apa yang sedang Tuhan kerjakan dengan hidup kita, secara otak kita nggak mungkin bisa nandingin hikmat Tuhan; Tapi jangan sampai keraguan kita, pertanyaan kita, sampe ngebuat kita mempertanyakan kasih Tuhan atas kita. Yakin aja,percaya aja, what ever He does,He does it because He loves us. Ntar juga kita bakal ngerti. He has shown us previously on Calvary, so believe in His Love.

"Want to change the world? Do One act of random kindness at a time."
Gosh I love this statement. Gw bosen dengerin orang khotbah. Gw muak dengan teori. Gw gampang bingung dengan berbagai intepretasi pengajaran. Tapi gw paham saat melihat tindakan. Gw ngerti saat melihat bukti. Jujur gw terkadang rada jengah ngedengerin doa syafaat buat bangsa,orang miskin,dan kaum menderita lainnya yang dikemas dengan untaian kata-kata indah (jangan lupa dengan cara baca yang berubah: Chuhan...Cholong khami...), tapi gw nggak ngeliat buktinya. Doa jadi semacam "Lips service". Doa kudu diimplementasikan dalam iman melalui perbuatan bro! Love is a verb! So kalo kita mau membuat dunia lebih baik, jangan cuma berteori. Jangan cuma berdoa. Lakukan action. Lakukan tindakan. Kalian bisa mulai dengan baca note "100.000 untuk Rumah Kasih" dan mulai bertindak. Here's the link: http://andylesmana.blogspot.com/2010/11/rp-100000-untuk-rumah-kasih.html
or this one: http://m.facebook.com/note.php?note_id=417264597564&fbb=r8ae92d3d&refid=21#anchor_fbid_417264597564

"Life is about opportunity. when we ask patience,God will give us opportunity to be patience. When we ask for strength,God will give us opportunity to test our strength. When we ask for closer relationship,God will give us opportunity to show love." Kalimat panjang ini adalah penggalan percakapan Tuhan dengan istri Nuh,saat sang istri bersama dengan kedua anaknya meninggalkan Nuh karena tingkah anehnya. Kalimat ini yang ngebuat istri Nuh kembali. Kalimat ini yang jadi turning point istri Nuh. Kalimat ini yang ngebuat gw termenung sejenak,karena serasa di gampar bolak balik,especially at the last part. Gw tau gw lagi ditatar sama Tuhan soal hal itu. Gw percaya gw lagi diajarin abis-abisan soal mengasihi dengan benar. Soal Kasih Agape.

Kadang kita doa untuk hal yang menyenangkan atau mempermudah hidup kita, tapi kita nggak siap nanggung resikonya. Kita nggak siap ngejalanin pembelajarannya. Kita ingin membuang proses untuk sampai ke sana. Kita kadang menganggap jawaban doa seperti sekarung uang jatuh dari langit. Doa seperti mantra ajaib. Bukannya nggak mungkin sih, tapi tidak selalu begitu. Beberapa jawaban doa tidak semudah itu. Seringkali ada pengorbanan yang perlu dilakukan untuk mencapai apa yang kita doakan. Kadang pengorbannya waktu. Di lain kesempatan energi. Tidak jarang perasaan. Kadang sakit, menyusahkan, memberatkan tapi tetap harus dilalui. Seperti emas harus dipanaskan untuk dimurnikan, demikian terkadang proses jawaban doa. Gw cuma berdoa,semoga gw dikasih kekuatan untuk bertahan sampai akhir.

The story of Noah is not just about God's anger but it's about believe,standing side by side,supporting each other. Ini kesimpulan yang terbersit di otak gw saat film Evan Almighty berakhir. Kisah Nuh bukanlah sekedar soal kemarahan Tuhan, seperti yang sering difokuskan dalam banyak pengajaran; tetapi juga mengenai kepercayaan, iman, berjalan bersisian, saling mendukung. Di dalam kisah Nuh tidak hanya ada cerita Tuhan membanjiri bumi selama 40 hari 40 malam. Dalam kisah Nuh ada perjuangan hati Nuh untuk tetap percaya dengan janji Tuhan, sekalipun situasi berkata lain. Ada kisah kepasrahan Nuh menjalani rencana Tuhan atas hidupnya. Sudut cerita lain dari kisah Nuh adalah tentang dukungan dari orang-orang terdekat. Tetap berdiri bersama sekalipun orang lain pergi meninggalkan. Kisah Nuh adalah kisah kasih sejati. Kasih yang setia. Kasih yang tidak meninggalkan.

Entah kapan gw bisa jadi seperti Noah, at least seperdelapannya saja udah luar biasa. Only Heaven knows.

No comments:

Post a Comment