Friday, September 28, 2012

A Pixel in the Universe


“Langit menceritakan kemuliaan Allah, dan cakrawala memberitakan pekerjaan tangan-Nya.”  - Mazmur 19:2


Ternyata bumi hanya sepersekian ukuran matahari.

Ternyata matahari hanya sepersekian ukuran bintang lainnya.

Ternyata bintang lainnya hanya sejumput kecil bagian dari seluruh rangkaian galaksi.

Ternyata manusia lebih kecil dari debu di alam semesta.  

Sebelum hari Minggu, 11 Desember 2011 pukul 11:30 WIC (Waktu Indonesia bagian Cikarang-jangan nyela!) Mazmur 19:2 bagi gw adalah ayat yang “sekedar indah”. Sampai Pdt Donny memulai “kelas astronominya” dan membuat ayat dengan sembilan kata sederhana tersebut menjadi ayat yang mampu membuat gw menahan nafas dan terbengang bengong dengan suksesnya. This is what I’d like to share with you guys, about what I got and what my thought of it. 

Btw, Paragraph berikutnya akan banyak sekali angka-angka dengan deretan “0” yang panjang.  Berhubung gw adalah orang yang baik hati, murah senyum, rajin menabung, dan tidak sombong apalagi arogan; gw akan mencoba mempermudah hidup kalian dengan beberapa ilustrasi gambar. Be ready guys to hold your breath and terbengang bengong (nggak kepikiran bahasa Inggrisnya apaan). Pasti-in aja nganga-nya nggak terlalu lebar takutnya ada laler nyasar.



Secara astronomi ternyata (gw beneran baru tau) bumi adalah bagian dari galaksi Bima Sakti yang adalah satu dari sedikitnya 170.000.000.000 galaksi yang ada di alam semesta. Satu galaxy rata-rata memiliki sekitar 10.000.000 sampai 100.000.000.000.000 bintang (kalo gw nggak salah sebut, ini seratus triliun kan?)

Salah satu bintang yang ada di galaxy kita adalah matahari (iya matahari adalah bintang). Besar matahari adalah 1 pixel (1 pixel = 1 titik kecil pada gambar) jika dibandingkan dengan bintang lainnya yang ada di galaxy Bima sakti -hanya Galaksi Bima Sakti
Untuk menutupi sebuah matahari, dibutuhkan 109 bumi. Dengan kata lain besar bumi adalah 1/109 matahari atau 1/109 pixel di alam semesta. 



Pertanyaannya sekarang: Berapabesar Indonesia di alam semesta? Berapa besar kota tempat kita tinggal di alam semesta? Berapa besar daerah kita tinggal di alam semesta? Berapa besar diri kita di alam semesta?  Gede yah kita?! Yah mungkin kita kira-kira sebesar satu titik debu lah di bumi.


“Langit menceritakan kemuliaan Allah, dan cakrawala memberitakan pekerjaan tangan-Nya.”  - Mazmur 19:2.

Sekarang gw ngerti siapa Tuhan dan siapa kita manusia. 

Sekarang gw ngerti siapa Allah dan siapa Andy Lesmana. 

Tangan-Nya mampu membentuk semesta alam, sementara tangan gw meluk pohon beringin aja nggak bisa. Gw teramat sangat luar biasa kecil dan Tuhan teramat sangat luar biasa besarnya. Gw debu dan Tuhan seperti gunung Everest. Sama sekali nggak sebanding.

Sekarang gw sedikit lebih mengerti arti dari KEBESARAN TUHAN. Sekarang gw mengerti makna El Shaddai - God Almighty. Dan pengetahuan ini membuat gw gemetar. 

Gemetar karena takjub. 
Gemetar karena kagum. 
Gemetar karena hormat.

Siapa gw sering ngatur Tuhan? “Seharusnya kan begini Tuhan…”

Siapa gw sering menasihati Tuhan? “Tuhan bukannya lebih baik yah kalau…”

Siapa gw sering sombong merasa jadi raja dunia? “Gw memang hebat…”

Siapa gw nggak mempercayai kemampuanNya mengatasi masalah gw yg se-upil? “I have to do this my way God…”

Nggak heran Ayub benar-benar terdiam saat Tuhan mengkonfrontasi semua pertanyaan dan pernyataan Ayub dengan kebesaran-Nya (Ayub 38-41). Saat ini pun gw cuma bisa terdiam dan gemetar. Gw nggak pantas berdiri dengan kepala tegak di hadapanNya. Seharusnya gw tersungkur dengan wajah menyentuh tanah sujud hormat saat di depanNya. Tuhan benar-benar Allah yang besar.

Luar biasanya, kita manusia yang gedenya cuma sepersekian debu di jagad raya dipandang-Nya sangat berharga (Mazmur 8:4-6). Dia sayang banget sama kita. Manusia dapat privilege  saat penciptaan. Di saat ciptaan lainnya diciptakan-Nya dengan mengucapkan Firman, manusia di bentuk dengan tanganNya sendiri dan dihembuskan nafas kehidupan (Kejadian 2:7).  

Belum berakhir guys sayangnya Babe di Sorga ke manusia. Dia mengecilkan diri-Nya- pencipta alam semesta dan segala isinya- Allah yang Besar menjadi manusia dalam wujud Yesus Kristus hanya untuk menebus dosa manusia sehingga manusia tidak binasa (Yohanes 3:16). Allah mencintai kita, debu jagad raya, sampai menanggalkan kebesaran Nya bagi manusia. Bagi kita. Bagi gw.


Dia datang bukan dengan terompet kemegahan seperti yang sewajarnya dan seharusnya. Dia datang ke dunia dengan kesederhanaan. Bukan untuk hidup menjadi Raja di dalam istana yang megah, tapi dilahirkan di sebuah kandang domba untuk hidup dan kemudian mati di salib. Disalib bukan karena kesalahan yang dibuat Nya, namun karena dosa yang kita perbuat. 

Bukan paku yang menahan Yesus di atas kayu salib, namun cinta-Nya kepada manusia. Karena Dia mencintai debu kecil buatan tanganNya. Berdasarkan pengalaman pribadi ,belum pernah ada kasih di dunia yang mampu menandingi ini.   

Speechless... Jesus Christ God is willing to give His life for someone small, unworthy, meaningless like me. Thank you so much Jesus for hung there because of Your Mighty Love for me.

“Langit menceritakan kemuliaan Allah, dan cakrawala memberitakan pekerjaan tangan-Nya.”  - Mazmur 19:2.

Sekarang setiap kali gw melihat ke langit, di sana bukan hanya ada awan dan matahari. Di sana ada kebesaran Tuhan yang Agung. Di sana ada kasih Tuhan yang ajaib. 

Kapan terakhir kali elo melihat ke langit? Apa yang terlihat? :)   

No comments:

Post a Comment